aku adalah aku, bukan kamu, dia, atau siapapun..
hening bagai temanku disetiap waktu..
terkadang menyejukkan hati yang pilu..
tak jarang pula membuat hati makin terasa sepi juga kaku..
bagiku.. malam adalah saat yang indah, saat dimana aku dan sepi ku mampu melayang bebas menapaki langit dalam butiran doa ku pada-Nya..
tak apa sepi ku selalu hadir, asal hening malam tak pernah hilang dalam masa nya..
tak apa bila ku sendiri.. asal Tuhan selalu hadir dan akan tetap terus hadir..
Aku pernah terjatuh, oleh hal yang disebut cinta..
padahal setia ku bukan sembarang, dan rasa ku bukan lebel abal-abal
dan aku yakin, cintaku bukanlah hal yang salah..
namun saat masa itu datang mencabik hati hingga bagian terdalam,
aku sadar bahwa penempatan ku yang salah..
Aku mencintai seseorang dengan cara yang tidak disukai Tuhanku..
sebab itu mungkin Ia marah, sebab itu lah waktu yang ku fikir takkan pernah datang, justru dengan sigap mencabik hati ku dalam waktu yang amat singkat, namun membekas mungkin hinga akhir hayat..
Aku beruntung, hidup dalam masa dimana ada surat penghantar yang disebut "DOA"
sebagai media penyampaian pesan seorang hamba pada Tuhannya, pula sebagai media permintaan yang amat sederhana namun terselip berbagai macam makna..
Setelah kecewa itu menetap begitu lama, akhirnya aku sadar bahwa cinta sejati hanyalah ada pada Rabb ku, dia yang maha memberi cinta, tanpa-Nya tak mungkin kita bisa berkata "CINTA" tanpa-Nya tak mungkin aku terlahir ke dunia.
Selasa, 25 Oktober 2016
Kamis, 22 September 2016
Sebuah judul tanpa warna
Sungguh malu, ini yang bisa ku katakan sekarang pada diriku sendiri.. aku? apa selama ini aku mampu mengenali diriku sendiri dengan benar? atau aku hanya termakan pikiran negatif tentang bagaimana oranglain menilai diriku sehingga diriku sendiri tak dapat mengenal aku? sungguh bingung dan dilema yang kurasa, begitu banyak kekurangan yang ada dalam diriku, bahkan kurasa tak ada yang bisa dibanggakan dalam diriku ini, aku menyesal masa muda ku terlalu lalai dan banyak menghabiskan waktu dengan sia-sia, tapi sayangnya waktu tak dapat ku ulang untuk mengubah semuanya.. kini aku berharap untuk berubah menjadi lebih baik, aku ingin menyertai tindakan didalamnya, serta doa yang mampu mendekatkan diriku pada Sang Pencipta. aku malu.. benar-benar malu.. terlalu banyak kebodohan dan arus tak jelas yang selama ini ku ikuti, wahai diri akan kah engkau merasakan makna dibalik kata "Menyesal"? semoga kau merasa benra2 dalam menyesal, sehingga tercipta pola fikir baru dan mampu bertindak untuk maju.. lihat disekeliling mu bahwa banyak orang sukses yang tak lain adalah orang yang mampu melangkah maju dalam keputusan yang dibuat dan mampu melawan segala resiko yang menghadang ketika orang sukses itu melangkahkan kaki untuk mencapai mimpinya.. "Jangan pernah menyerah" begitu sepele karena terlalu sering terdengar, namun lain cerita ketika hati yang merasakan serta memahami makna dan kekuatan dalam kalimat ini, rasakan dengan hati, rasakan getarannya, bahwa dirimu harus melangkah daripada duduk termenung diujung langkah, engkau masih begitu muda, memiliki banyak potensi yang harus digali.. sungguh begitu malu aku pada diriku sendiri, terlebih pad Dzat yang telah menciptakan aku. tak pandai aku bersyukur bahkan atas nikmat yang sampai saat ini mampu kurasakan.. aku harus berubah,yakinlah diriku, percaya pada dirimu, kerahkan segala kemampuanmu, lalu serahkan hasil pada Allah yang maha adil,, Ya Allah, aku ingin berubah, aku ingin mernjadikan hari-hari ku kedepan adalah hari dimana aku selalu berusaha menjadi lebih baik dan lebih baik lagi dari hari sebelumya, jangan biarkan aku merasa puas dengan keadaan dan kondisi yang memalukan seperti ini.. Hanya pada-Mu aku memohohn Ya Allah :")
Ketika aku bukanlah diriku
Tak ada manusia sempurna, bergitulah kalimat pertama yang terfikir olehku, kalimat itu sudah sering terdengar bahkan telah ter-Bookmark dalam otak entah telah berapa lama.. Aku yang selalu merasa kurang percaya diri, bahkan telah masuk kategori individualisme yang memiliki level cukup tinggi. entah sejak kapan aku mulai merasa kurang percaya diri, bahkan bila mengingat waktu semasa kecil, aku adalah anak yang periang, mempunyai banyak teman, juga hubungan baik dengan sekitar, namun entah kenapa aku begitu menjadi orang yang pemurung, merasa malu dihadapan orang lain, karna yang terfikir dalam pikiran ku adalah bahwa i'm nothing, meski begitu aku selalu ingat bahwa saat masa SD aku adalah orang yang paling aktif diantara teman masa kecil itu. alangkah indahnya saat itu.. Tapi nyata nya aku yang sekarang hanyalah manusia yang tidak memiliki rasa percaya diri, penakut, enggan mengambil resiko, bahkan lebih memilih diam daripada harus terlibat dengan urusan orang lain.. tapi disamping itu ada sebuah keinginan besar yang akan terbilang lucu jika disanding dengan karakter diriku yang sekarang ini, aku memiliki keinginan agar selalu mampu memotivasi dan membantu permasalahan orang-orang disekitar ku.. hahaha lucu bukan? Bahkan mengurus diri sendiri saja tidak becus, ini pakai mau jadi motivator buat orang lain segala, jangan ngimpi deh!!
sudah ku bilang akan menjadi lucu jika keinginan itu terlontar dari orang sepertiku :)
sudah ku bilang akan menjadi lucu jika keinginan itu terlontar dari orang sepertiku :)
entah sejak kapan aku mulai menjadi orang yang minder, tapi yang jelas bahkan sampai hari ini sifat itu masih ada dalam diriku, padahal keinginan ku adalah memotivasi oranglain wkwk
tak sampai disitu aku menyerah dengan keinginan ku, pada saat memasuki jenjang SMK, ada seseorang yg entah bagaimana mampu merasuk dalam hatiku, Kalimatnya, senyumnya, teduhnya hati ini bila teringat tentang dia, dan entah mengapa seolah-olah hati ku bergejolak bila itu tentang si dia. lupakan tentang dia sejenak, kembali kepada "aku".
tak banyak waktu dalam hidup yang mampu ku nikmati secara maksimal karena sifat itu melekat dalam diriku, namun aku bertekad bahwa saat ini aku harus menciptakan perubahan dalam diriku, karena jika bukan diriku, maka siapa lagi? tak banyak yang bisa ku lakukan, namun bila tanpa keyakinan dan keinginan untuk berubah, apa beda nya diriku dengan mayat hidup? aku harus berlari dengan kencang untuk mempelajari hakikat dalam kehidupan ini, aku berdoa untuk diriku dimasa depan, bahwa ketika aku bukan lah diriku, maka akan tiba bahwa aku selalu bangga menjadi diriku.
Langganan:
Postingan (Atom)